Satu akhir lagi meredup..
Kilau, yang kusangka berubah binar dan berbuah mentari.
Kapan kan terang lagi? mungkin menunggu senja dijemput sangkakala
"Kau kan pergi?" sergahnya, "aku menunggu dera saja"
Jawabku baginya adalah senjata pelukaku, karena kau kuasa menambah dera, tak terusik sesal, sapa dan mohonku..
Aku menjadi senja saja ya, biar terang datang lebih segera, dan kau lelap dalam senyummu.
Karena acap kau tambah dera dan melukis kurva dalam istiqomah dan harap masa depanku..
Kemarin, aku coba mewarnaimu lebih cerah lagi, biar luruh semua kelam dalam sempit pandangku..
Aku belum selesai, karena terang tiba lebih dini. Kalau begitu..
Aku warnai kelam saja sebagaimana kau mewarnai terangku dengan kelam egomu..
Aku menarik nafas teramat panjang dalam dua helaan..
Tetap saja keras kepala tak mau mengalirkan butiran bening di sudut pipiku
No comments:
Post a Comment